Teknologi industry media : Koran harian (surat kabar)
1. Perubahan citra dan konsep pers, Dimana acuan berita saat ini bukan lagi hanya wartawan saja, tetapi juga orang yang dapat dipercaya, Dimana media adalah special interest group dengan agenda “making money” yang konsumen beritanya merupakan prosumen yaitu konsumen yang sekaligus produsen dan editor, yang pada akhirnya menyebabkan lunturnya kebersamaan ataupun (public understanding, common language dan public square). Dalam perkembangannya suratkabar mengalami beberapa tantangan diantaranya yaitu, turunya tiras yang menjadi awal mulanya tersamar demografi yaitu growth ,life expectancy. Yang menjadikan generasi muda tanpa budaya baca, namun haus akan informasi , multitasking dan serba cepat sehingga menyebabkan turunya jumlah SK , yang artinya sirkulasi ikut menurun menghasilkan pemasukan iklan yang turun namun biaya distribusi naik.
2. Perubahan teknologi percetakan, Perkembangan sekarang media cetak adalah didukung perkembangan teknologi yang semakin canggih. Akibatnya terjadi perubahan pada bagian bentuk ,format ,struktur, tekstur dan juga model pada iklan tersebut. Namun perkembangan teknologi tidak mempengaruhi ataupun mengubah isi dari suatu iklan yang muncul dimedia. Yang akhirnya dijaman sekarang perkembangan media cetak sekarang berbasiskan oleh teknologi computer digitalisasi.
3. Tren transformasi surat kabar, banyaknya media yang menjadikan tren ini lebih kompetitif meskipun khalayak peminat berita mulai berkurang, namun lebih banyak investasi baru dalam disemeinasi dan bukan dalam pengumpulan berita , produk media yang ada juga semakin mentah ataupun kasar yang akhirnya membuat standar jurnalistik yang tidak lahi sama meskipun dalam satu organisasi berita yang sama. Yang akhirnya kita harus memiliki kemampuan untuk membangun khalayak baru karna fimasa depan, akan mulai redup. Semakin banyaknya konvergensi media juga menimbulkan persaingan yang semakin ketat antar media . yang tantangan utamanya ekonomi bukan teknologi. Yang juga semakin marak manipulasi pers & pers public dengan menguasai jurnalis yang meliput mereka. yang juga ketahui media baru juga semakin cepat berkembang , lalu apakah teknologi baru dapat gantikan teknologi ataupun media lama? Ada dua golongan untuk menanggapi hal tersebut yang pertama yaitu golongan optimis yang berpendapat bahwa radio, TV , Dan film tidak dapat menggantikan suratkabar , karna media lama yang selalu bisa beradaptasi dan memiliki core content suratkabar (berita) adalah dasar dari semua media termasuk media baru , yang juga berpendapat bahwa teknologi bukan deterministic. Tetapi surat kabar harus mampu menyesuaikan dengan teknologi juga. Yang kedua yaitu golonga pesimis yang beranggapan bahwa Surat kabar akan punah pada tahun 2043(meyer, the vanishing news paper) dikarnakan sirkulasi surat kabar yang semakin menurun pada Negara maju, yang malah berpendapat berbeda dengan gologan optimis bahwa surat kabar tidka bisa beradaptasi, karna banyak konten yang sudah di bongkar banak media yang akhirnya juga tidak akan mampu menghadapi kecepatan media baru.
4. Kompetisi dengan media beru (internet), Koran visik dan Koran klik (portal berita) ,pembaca berita online dari Koran Koran otama terus naik namun sebaliknya tiras Koran hariannya terus turun kecuali dua surat kabar , yang juga pembaca yang online tidak perluk bayar yang artinya untuk apa bayar kalo bisa gratis? Sementara pembaca Koran harus beli ataupun berlangganan. Kecepatan yang dimana pembaca Koran akan mendapat berita yang sudha mengalami proses editing dan lain lain sedangkan pembaca online akan lebih cepat mendapatkan berita yang meskipun mengalami prosses editing juga namun lebih cepat karna menggunakan media baru yaitu internet ]
5. masa depan Koran harian (surat kabar) , bila tidak untuk mulai berbenah dan ber adatasi dengan media baru masa depan surat kabar bisa dibilang akan sangat “suram” dalam tanda kutip mungkin saja media surat kabar ini akan hilang sama sekali karna dimakan oleh kecepatan perkembangan teknologi berita baru yang memiliki bebrapa fakta yang sangat menarik tentang hal ini yaitu; oplah surat kabar didunia merosot tajan yang akhirnya semakin berdampak pada ongkos cetak dan juga harga kertas yang justru semakin naik, Meskipun begitu di sisilain teknologi internet semakin terus menerus memanjakan para pembaca online dengan interface internet dan portal portal berita yang semakin menarik yang pada akhirnya juga semakin banyak media lain yang melakukan konvergensi , seperti TV ke Youtube ataupun platform platform lain agar tidak tergerus oleh jaman.
Simpulan, surat kabar sebagai media masa juga termasuk memiliki banyak kaunggulan. Namun bila tidak mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada, akan sangat besar kemungkinan media ini akan kalah berkompetisis dengan media lain bahkan sangat besar kemungkinana media ini bisa saja hilang dari peradaban manusia dan digantikan dengan media – media baru lainnya
REFRENSI :
Joseph Straubhaar , Robert LaRose, Lucinda Davenport. (2012). Media Now : Understanding media, culture, and technology. 7 Wadsworth Cengage Learning, Boston
Joseph R. Dominick. (2012). The Dyneamics of Mass Communication : Media In the Digital Age .12.McGraw-Hill Education, London.
My Blog : koklupamandi.blogspot.com